Persijap harus puas dengan satu poin saat menjamu tamunya Persik Kediri. Bermain di depan publik sendiri, tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut dipaksa bermain imbang 1-1, Selasa (2/1/2010).
Ini adalah hasil imbang kedua yang dipetik Persijap. Sebelumnya, Persisam Samarinda juga mampu mencuri satu poin di Jepara pada awal musim kemarin.
Gol Persijap dilesakkan Pablo Frances saat pertandingan memasuki menit 33. Pemain asal Argentina ini sukses meneruskan umpan Evaldo Silva dari belakang. Meskipun ditempel ketat dua pemain belakang Persik, namun Pablo mampu melewatinya dan mengecoh kiper Herman Batak. Ini adalah gol ketiga yang disarangkan pemain bernomor punggung 20 itu.
Sementara gol balasan Persik lahir tiga menit setelah gol Persijap. Bermula dari handball yang dilakukan pemain belakang Persijap Aulia Siregar, bomber Persik Patricio Morales berhasil menyamakan kedudukan dari titik putih.
Sepanjang babak pertama, kedua tim bermain terbuka. Meskipun tampil tanpa tiga pilar utama, Persijap mampu menunjukkan eksisetensinya sepanjang pertandingan. Mereka terus menekan sejak menit pertama melalui serangan sayap dipadu dengan tusukan-tusukan dari second line.
Namun demikian, Persik juga bermain agresif. Berkali-kali peluang Patricio Morales dan Yongki Aribowo nyaris membobol gawang tuan rumah yang dikawal Danang Wihatmoko.
Meski terus menekan, Persijap kesulitan menembus pertahanan lawan. Penampilan gemilang penjaga gawang Herman Batak juga menjadi salah satu faktor kandasnya peluang gol yang dibangun tuan rumah.
Melihat pergerakan dua striker Pablo Frances dan Johan Juansyah mampu dimatikan pemain-pemain belakang lawang, tiga gelandang Persijap M Taufoq, Sergio Junior, dan Donny Siregar mencoba memecah kebuntuan dari lini kedua. Sayang, tembakannya masih melenceng dari sasaran.
Memasuki 45 menit babak kedua, Persijap semakin meningkatkan intensitas serangan. Sementara, Persik yang sudah puas dengan hasil seri lebih banyak bertahan dan hanya sesekali mengandalkan serangan balik. Mereka mencoba mengulur-ulur waktu untuk mempertahakan hasil ini. Namun tindakan tersebut harus dibayar setimpal. Penjaga gawang Herman Batak diganjar kartu kuning oleh pengadil lapangan karena dinilai terlalu lama menahan bola di depan gawangnya.
Sepuluh menit terakhir, pelatih Junaedi memasukkan Noor Hadi untuk menambah daya gempur. Namun, strategi ini tidak membuahkan hasil positif dan kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan bubar.
Pelatih Persijap Junaedi mengatakan, jika para pemain depannya lebih tenang saat menguasai bola, mungkin hasil akhir yang didapat bisa maksimal. ”Permainan tim berjalan sesuai strategi. Serangan dari sayap maupun lini tengah mampu dijalankan. Hanya saja, pemain depan sering terburu-buru dalam mengeksekui bola. Sehingga, banyak peluang yang terbuang sia-sia,” kata Junaedi.
Sementara arsitek Persik Gusnul Yakin menyambut gembira hasil ini. Sebab, satu poin di kandang lawan sudah merupakan pencapaian positif.
”Kami akui, lini tengah Persijap lebih tangguh. Kami sering kalah dalam perebutan bola. Akan tetapi, pemain-pemain belakang Persik mampu tampil maksimal untuk menahan laju striker tuan rumah. Kami bersyukur dengan hasil ini,” ujar Gusnul Yakin.
Sumber : okezone
